Selasa, 19 April 2011

DESIGN DIKLAT KADER PENYULUH KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (KRR)


PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pendidikan Nasional dilaksanakan melalui jalur, jenjang dan jenis pendidikan yang dapat diwujudkan dalam bentuk satuan pendidikan. Jalur pendidikan terdiri dari pendidikan formal, non formal dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Pendidikan Nonformal dan Informal (PNF) memiliki peran yang strategis; karena jika dibandingkan dengan pendidikan Sekolah, PNF mempunyai beberapa keunggulan yaitu relatif lebih murah, berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan lebih fleksibel (Sudjana,2003:39).

Sehubungan dengan rendahnya kualitas manusia yang salah satunya disebabkan pelaksanaan pendidikan sekolah, PNF mempunyai fungsi untuk membantu sekolah dan masyarakat dalam upaya memecahkan masalah rendahnya kualitas manusia tersebut. Fungsi tersebut adalah sebagai pelengkap, penambah dan atau pengganti pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat, yang meliputi: (1) pendidikan kecakapan hidup, (2) pendidikan anak usia dini, (3) pendidikan kepemudaan, (4) pendidikan pemberdayaan perempuan, (5) pendidikan keaksaraan, (6) pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, (7) pendidikan kesetaraan, serta (8) pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. (UU No.20 tahun 2003). Jalur, jenjang, dan jenis pendidikan dapat diwujudkan dalam bentuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan atau masyarakat.

B. RUMUSAN MASALAH

Salah satu masalah yang menjadi perhatian Pemerintah saat ini adalah semakin lunturnya nilai-nilai moral sebagai besar generasi muda bangsa Indonesia, banyak bukti yang mengungkapkan bahwa pergaulan bebas dikalangan remaja mengakibatkan dampak semakin meluasnya penyakit menular seksual, bertambahnya penderita HIV/AIDS, mewabahnya kasus aborsi, hingga korban Narkotika dan pengguna zat adiktif lainnya.

Dari uraian di atas maka dalam rangka penanganan dan preventif untuk membentengi remaja menghadapi bergai tantangan hidup dimasa depan, maka SKB Gudo sebagai Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Non Formal dan Informal di kabupaten Jombang memandang perlu untuk melaksanakan program kegiatan “ Diklat Kader Penyuluh Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja ( PKRR ) usia 16 – 19 tahun0

C. DASAR

1. Undang-undang Nomor 2 tahun 2003, tentang Sistim Pendidikan Nasional.

2. Peraturan Pemerintah Nomor 73 tahun 1991, tentang Pendidikan Luar Sekolah.

3. Peraturan Daerah Nomor 30 tahun 2004 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang.

4. Keputusan Mekowasbangpan Nomor 25/KEP/MK/Waspan/6/1999, tahun 1999 tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kredit.

5. Keputusan Bupati Jombang Nomor 94, tanggal 27 Januari 2005, tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Sanggar Kegiatan Belajar Gudo Kabupaten Jombang.

D. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai Penyuluh Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (PKRR) di lingkungan masing-masing

2. Tujuan khusus

a. Peserta diklat dapat memberikan jawaban dan menjelaskan kepada remaja di sekitarnya atau sesama teman di kelompok belajar/sekolah masing-masing

b. Dapat menjelaskan kepada sesame remaja tentang hak setiap indiviu untuk menolah perlakuan tidak wajar terhadap alat reproduksi (hubungan seks)

c. Dapat menjelaskan cara mendapatkan pelayanan kesehatan, misalnya memberikan informasi kepada teman sekolah/remaja jika terdapat keluhan dan masalah tentang kesehatan reproduksi mereka

d. Dapat menjelaskan macam-macam obat dan akibatnya untuk menjegah penyalahgunaan obat yang tergolong berbahaya

e. Menghindarkan diri dari penyalahgunaan obat dan memberikan saran kepada sesamateman yang dianggap dapat terjerat bahaya narkoba

E. PESERTA DIKLAT

Peserta diklat ini berasal dari unsur Peserta Didik Paket B dan Paket C setara, warga masyarakat dan kalau memungkingkan pengurus Osis SMU/SMK/MA dan sederajat

F. FASILITATOR/NST

Fasilitator/NST yang akan memberikan materi disesuaikan dengan kebutuhan Diklat diantaranya:

1. dari Dinas Pendidikan

2. dari BKKBN

3. dari Dinas Kesehatan

4. dari POLRES

5. dari Pamong Belajar SKB

G. PANITIA PENYELENGGARA

Adapun struktur Panitia penyelenggara sebagai berikut :

1. Penanggung jawab : Kepala SKB

2. Ketua Panitia : Pamong Belajar

3. Sekretaris panitia : Pamong Belajar

4. Bendahara : Bendahara SKB

5. seksi-seksi :

5.1. Seksi akomodasi dan konsumsi : Pamong Belajar

5.2. Seksi perlengkapan : staf tata usaha SKb

5.3. Seksi kurikulum : Pamong Belajar

H. MATERI DIKLAT

Materi dan Garis-garis Program Pembelajaran sebagai berikut ;

1. Materi Diklat

No

Materi

Jumlah jampel

Fasilitator/Nst

1

Kebijakan Pembinaan peserta Didik/Siswa Dinas pendidikan

5

Dinas Pendidikan

2

Proses reproduksi yang bertanggung jawab

4

BKKBN

3

Perkembangan fisik dan kematangan seksual remaja

5

BKKBN

4

Alat reproduksi remaja pria dan perempuan

4

BKKBN

5

Kehamilan dan persalinan

6

Dinas Kesehatan

6

Pergaulan antara remaja pria dan remaja perempuan

5

Dinas Pendidikan

7

NAZA(Narkotika, Alkohol, dan zat adiktif lainnya

6

POLRES

8

Infeksi saluran reproduksi, penjegahan dan penanggulangannya

5

Dinas Kesehatan


Jumlah jam pelajaran

40


2. Garis-garis besar program pembelajaran sbb :

Hari

Materi/pokok bahasan

Sub.pokok bahasan

Jumlah jampel

metode

Alat peraga

1

Perkembangan fisik dan kematangan seksual remaja

a. Ciri-ciri perbedaan fisik antara remaja pria dan perempuan.

b. tahapan pertumbuhan fisik antara pria dan perempuan

c. perbedaan tanda awal kematangan seksual antara remaja pria dan remaja perempuan

d. hubungan antara kemantangan seksual dengan perkembangan kejiwaan

c. gisi seimbanganuntuk remaja

5

Ceramah, Tanya jawab, diskusi

Chart, vcd

2

Proses Reproduksi yang Bertanggung Jawab

Proses reproduksi yang bertanggung jawab

3

Ceramah , Diskusi, Tanya jawab


3

Alat reproduksi remaja laki-laki dan perempuan

a. Ciri-ciri alat reproduksiremaja laki-laki dan remaja perempuan

b. Perawatan kebershan alat reproduksi

4

Ceramah, Tanya jawab, diskusi


4

Kehamilan dan persalinan

a. Proses terjadinya kehamilan

b. Ciri-ciri kehamilan

c. Keguguran( aborsi Spontan )

d. Penggugururan kandungan (dengan sengaja)

6

sda


5

Infeksi saluran reproduksi ( pencegahan dan penanggulangannya

a. Infeks saluran Reproduksi (ISR)

b. Beberapa ISR yang perlu diketahui

c. HIV/AIDS

d. Pencegahan dan penanggu langanISR

5

sda


6

Pergaulan antara remaja laki-laki dan remaja perempual

a. Pernyataan kasih saying terhadap pacar

b. Kencan

5

Ceramah, Tanya jawap. Diskusi

Simulasi/ bermain peran


7

NAZA (Narkotika,Alkohol, dan Zat Adiktif Lainnya)

a. NAZA ditinjau dari segi hukum Pidana

7

Sda


8

Kebijakan Pembnaan Kesiswaan/Peserta didik Dinas Pendidikan

Program pembinaan kesiswaan/ peserta didik Dinas Pendidikan

5

Sda


Jumlah

40 Jp



I. METODE PEMBELAJARAN

Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, maka pelaksanaan Diklat ini menggunakan berbagai macam metode diantaranya:

1. Ceramah 3. Diskusi 5. Bermain peran

2. Tanya Jawab 4. Studi kasu b. Penugasan

J. MEDIA PEMBELAJARAN

Media pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan/materi yang hendak disampaikan

K. JADWAL DIKLAT

Untuk kelancaran proses pembelajaran, maka disusunlah jadwal Diklat sebagai berikut:

Hari

W a k t u

Materi Kegiatan

Nara Sumber

Moderator

I

07.00-07.45

Pendaftaran Peserta

Panitia



07.45-08.30

Pret test

Panitia



08.30-09.15

Pembukaan Diklat

Panitia



09.15-12.15

Kebijakan dan pembinaan kesiswaan/peserta didik

Dinas Pendidikan

Pamong Belajar


12.15 -13.15

Istirahat

Panitia



13.15- 15.30

Proses reproduksi yang bertanggung Jawab

BKKBN

Pamong Belajar

II

07.00-10.45

Perkembangan Fisik dan kematangan seksual remaja

BKKBN

Sda


10.45-11.30

Alat reproduksi remaja laki-laki dan remaja perempuan

BKKBN

Sda


11.30 -12.30

istirahat

Panitia



12.30- 15.15

Alat reproduksi remaja laki-laki dan remaja perempuan

BKKBN


III

07.00-11.30

Kehamilan dan persalinan

Dinas Kesehatan



11.30– 12.30

Istirahat

Panitia



12.30- 15.15

Pergaulan antara remaja laki- laki dan remaja perempuan

Dinas Pendidikan


IV

07.00- 11.45

NAZA ( Narkotika, Alkohol, dan Zat AdktifLainnya

POLRES



11.45-12.30

Istirahat

Panitia



12.30 -15.45

Infeksi Saluran reproduksi ( pencegahan dan Penanggulangannya)

Dinas Kesehatan



15.45-16.00

Post test

Panitia



16.00-selesai

Penutupan



L. PENUTUP

Dengan adanya design ini diharapkan Penyelenggaraan Diklat Kader Penyuluh Kesehatan Reproduksi Remaja ( KRR ) usia 16 tahun – 19 tahun dapat terlaksana dengan baik dan selanjutnya akan berdampak pada terwujudnya Generasi Muda Bebas dari Penyalahgunaan Obat-obatan terlarang dan Narkotika, Alkohol dan Zat Adiktif Lainnya.

Oleh LA SUBU, M

PB SKB Gudo Kabupaten Jombang

Jawa Timur Indonesia

DOWN LOAD DISINI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGUAK SITUS SEJARAH SINGKAT CANDI ARIMBI

https://youtu.be/uhMThslteV8